Membuat rumah tanaman adalah keputusan penting bagi para petani dan penghobi pertanian, sehingga perlu mengetahui rancang bangun grenn house . Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang struktur bangunan greenhouse, termasuk komponen-komponen kunci yang harus jadi pertimbangan sebelum Anda memulai proyek sendiri. Sebelum berlanjut Anda, bisa membaca terlebih dahulu Pengertian Greenhouse, sejarah, fungsi dan jenis di artikel INI. Selain itu pastikan Anda juga mengecek lokasi untuk membangun green house di artikel INI.

Struktur Green House
1) Tinggi Green House
- Tinggi bangunan diukur dari: tinggi tiang minimum 3 – 4 m, tinggi top (tinggi bangunan dari permukaan tanah sampai titik tertinggi bangunan) 5,75 – 6,75 m. Hal ini dimaksudkan agar udara tidak panas, diharapkan kisaran suhu yang baik tercapai, 25oC – 27oC dengan kelembaban minimum 50%.
- Tinggi talang air mengikuti tinggi tiang.
2) Pondasi
- Pondasi harus dirancang kuat menahan beban ke atas.
- Pondasi permanen harus disiapkan untuk menahan rangka bangunan menghindari risiko rubuh dan penurunan beban ke bawah.
- Green House yang ditutup dengan polyethylene biasanya tidak memerlukan pondasi yang kuat. Tetapi tiang pendukung harus tepat ditempatkan pada pijakan kaki beton.
- Untuk Green House terbuat dari kayu maka dinding beton yang diperkuat pada bagian bawah dengan tinggi 0.4 m harus dipersiapkan sebagai pendukung bangunan.
3) Ventilasi
Lebar ventilasi Green House yang harus dirancang adalah pembukaan 18 – 29% dari luas lantai. Ventilasi berfungsi agar udara panas keluar dengan lancar.
4) Rangka dan Penutup
- Rangka harus mampu menahan beban jeruji pembawa hingga 25 kg/m2.
- Rangka harus mampu menahan tiupan angin maksimum 250 km/jam.1
- Material rangka dapat menggunakan besi, kayu, bambu, dan aluminium.
- Penutup atap harus cukup terang untuk meneruskan cahaya secara optimal.
- Bersifat awet dan ekonomis.
- Menahan beban berat dari tiupan angin hingga 150 km/jam.
- Harus dipasang secara erat/pas, menghindari celah air dan OPT masuk.
5) Material Penutupan
Bagian 1
- Kaca. Dapat meneruskan cahaya paling bagus, tapi tidak cocok di daerah tropis.
- Acrylic. Sangat tahan terhadap perubahan cuaca, tahan pecah serta sangat transparan. Penyerapan sinar ultra violet yang berasal dari matahari lebih tinggi daripada kaca. Penggunaan acrylic sebanyak dua lapis mampu menghantarkan sekitar 83% cahaya dan mengurangi kehilangan panas sekitar 20-40% daripada 1 lapis. Bahan ini bisa menguning. Selain itu kekurangan dari bahan acrylic adalah: mudah terbakar, sangat mahal, dan sangat mudah tergores. Kurang efektif dan ekonomis di daerah tropis.
- Polycarbonate. Lebih tahan, lebih fleksibel, lebih tipis, serta lebih murah daripada acrylic. Penggunaan dua lapis polycarbonate mampu menghantarkan cahaya sekitar 75-80% dan mengurangi kehilangan panas sekitar 40% daripada satu lapis.Bahan mudah tergores, mudah memuai, gampang menguning, dan akan membuat lapisan kurang transparan dalam waktu satu tahun. Anjuran menggunakan polycarbonate single layer.
- Fiberglass Reinforced Polyester (serat kaca). Awet, kaku, dan tersedia dalam berbagai tingkat penerusan cahaya, lebih tahan lama, penampilannya menarik, harganya terjangkau daripada kaca. FRP lebih tahan pengaruh perubahan cuaca. Membentuk bahan ini lebih mudah menjadi bentuk bergelombang maupun berupa lempengan. Kekurangannya adalah bahan ini mudah memuai.
Bagian 2
- Plastik UV. Sangat murah daripada bahan lainnya namun sifatnya hanya sementara (kurang tahan lama). Bentuknya kurang menarik, serta membutuhkan penanganan maupun perawatan yang lebih intensif. Walaupun mampu bertahan minimal 1 – 2 tahun dengan perawatan lebih intensif. Karena bahan ini berupa lembaran lebar sehingga tidak membutuhkan kerangka yang lebih banyak dan bisa menghantarkan cahaya paling besar. Material paling banyak untuk atap rumah tanaman di daerah tropis.
- Polyvinyl Chloride Film. Memmpunyai sifat penghantar emisi yang sangat besar untuk cahaya dengan panjang gelombang yang besar. Bahan ini mampu menciptakan temperatur udara yang cukup tinggi pada malam hari dan bisa berfungsi sebagai penghalang sinar ultra violet. Bahan ini lebih mahal daripada polyethylene film dan cenderung mudah kotor, sehingga harus pembersihan agar mendapatkan penghantaran cahaya yang lebih baik.
- Plastik PET. Melindungi atap dengan bagus dari hujan, harga murah, dan memerlukan sedikit komponen struktural.
- Plastik Gelombang Lembaran. Perlindungan yang baik dari hujan, penerusan cahaya yang lebih bagus, plastik jenis ini memiliki harga, biaya perawatan, dan pemasangan tinggi.
- Kasa (Screen). Kasa biasauntuk peneduhan, perlindungan dari dahan/ranting yang jatuh, tapi tidak bisa melindungi dari hujan. Kasa memiliki harga, biaya pemasangan, biaya perawatan yang rendah.
Bentuk Atap Green House
Konstruksi Green House memiliki beberapa jenis berdasarkan penampang melintang yaitu:
1. Flat.

Tipe Flat memiliki konstruksi sederhana dan pemanfaatannya banyak oleh petani untuk persemaian. Untuk menghindari genangan air, maka atap tipe Flat menggunakan material penutup dari screen.
2. Shed

Tipe Shed memiliki konstruksi atap miring yang bersandar pada dinding bangunan lain (base wall) dan ada juga yang tidak. Penggunaan tipe ini umum oleh petani tanaman hias.
3. Uneven Span
Tipe Uneven Span atau Atap Segitiga Berkanopi, memiliki kontruksi bagian atap yang memiliki kemiringan berbeda pada tiap sisinya. Tipe ini memiliki kelebihan dengan ventilasi lebih banyak, namun memerlukan biaya lebih besar.
4. Atap Segitiga (Gable)
Tipe Gable memiliki konstruksi atap berbentuk segitiga sama sisi dan dinding berbentuk tegak. Konstruksi tipe ini tidak memungkinkan banyak ventilasi atau sirkulasi udara yang masuk jika menutup seluruh dinding . Untuk menambah ventilasi memerlukan alat tambahan.
5. Atap Segitiga Pantau (Venlo House)
Tipe Venlo House memiliki konstruksi hasil dari modifikasi gable untuk hal komersil, dengan tiga atau empat atap gable dalam satu bentang. Untuk kebutuhan produksi skala besar, pada umumnya pelaku usaha bisa menggunakan tipe Venlo House, tapi penggunaan tipe ini jarang oleh petani.
6. Atap Lengkung dan Garis Lurus (Mansard)
Tipe Mansard memiliki konstruksi atap berbentuk kurva lengkung yang terdiri dari beberapa segmen garis lurus agar memaksimalkan radiasi matahari yang akan terserap rumah tanaman. Penggunaan tipe ini paling banyak oleh petani karena kebutuhan ventilasi cukup terpenuhi dan biaya pembangunan ekonomis.
7. Atap Setengah Lingkaran (Arch)

Tipe Arch memiliki kontruksi atap berbentuk lengkung agar lebih mudah dalam hal pemasangan plastik film sebagai bahan dasar atapnya. Biaya pembangunan tipe ini lebih murah dari tipe Mansard, namun ventilasi kurang terpenuhi.
8. Quonset dan Cold Frame

Tipe Quonset dan cold frame memiliki konstruksi hasil modifikasi dari tipe arch. Tipe ini umumnya untuk persemaian, biaya lebih murah karena pemakaian material minimal, namun ventilasi kurang maksimal.
Pintu Masuk Green House
Pintu masuk Green House pun tidak boleh asal-asalan. Untuk Green House skala produksi spesifikasi pintu masuk sesuai dengan kebutuhan produksi/budidaya. Pintu Green House harus tertutup dan rapat sehingga tidak memberikan kesempatan bagi serangga/hama untuk masuk ke dalam Green House.
Untuk sarana produksi dapat dibuat dengan satu pintu atau dua pintu, disesuaikan dengan kebutuhan produksi dan biaya. Green House satu pintu dengan spesifikasi dasar: rangka pintu terbuat dari bahan yang kokoh, rapat, dan dapat menutup dengan baik. Material penutup pintu minimal berupa plastik polyethylene UV atau screen.
Green House dengan pintu masuk ganda dengan spesifikasi dasar:
- Pintu luar (pintu pertama) dari bahan yang kokoh, rapat dan dapat menutup dengan baik.
- Pintu kedua dapat dari kerangka besi atau aluminium dengan kombinasi dengan screen.
- Antara pintu pertama dengan pintu kedua tersedia ruang ganti yang mempunyai sekurang-kurangnya sepatu boot, wearpack, bahan atau larutan disinfektan
Penutup
Membangun greenhouse adalah langkah yang menarik, namun memerlukan perencanaan dan pemahaman yang baik tentang struktur bangunan. Dengan mengeksplorasi semua aspek dalam artikel ini, Anda akan lebih siap untuk memulai proyek greenhouse Anda sendiri dan meningkatkan peluang kesuksesannya. Di artikel berikut kami akan membagikan tentang jenis – jenis greenhouse.

