Tanaman legundi (Vitex trifolia L.) adalah sejenis tanaman yang termasuk kedalam famili Verbenaceae. Di Indonesia tanaman ini terkenal karena daunnya yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Tanaman ini juga memiliki berbagai nama lokal seperti langgundi, lagundi, atau kemuning lege di beberapa daerah di Indonesia.
Penggunaan daun legundi banyak sebagai bahan obat tradisional dan memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Daun legundi memiliki kandungan kimia seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memberikan sifat-sifat antiinflamasi dan antioksidan. Dalam artikel kali ini, akan membahas tentang ciri ciri, manfaat, dan cara mengonsumsi. Berikut pembahasannya.
Ciri Ciri Tanaman Legundi

Berikut adalah ciri ciri dari tanaman legundi.
Pohon
Tumbuh berbentuk semak rendah, tingginya kurang dari 5 meter, dan batangnya ditutupi oleh bulu-bulu halus.
Daun
Daun legundi tumbuh secara berlawanan di sepanjang batang dan biasanya majemuk, terdiri dari 3 selebaran linier yang panjangnya berkisar antara 5-12 cm. Permukaan atas daunnya berwarna hijau dan permukaan bawah berwarna hijau keabu-abuan.
Bunga
Muncul dalam malai atau kelompok dengan panjang hingga 18 cm. Bunga individu berwarna ungu dan berbibir dua yang panjangnya sekitar 5 mm.
Buah
Buah legundi memiliki diameter 6 mm dengan 4 biji kecil berwarna hitam di dalamnya.
Manfaat Daun Legundi

Berikut adalah beberapa macam manfaat dari daun legundi.
Meredakan Batuk
Beberapa kandungan antiinflamasi yang terbukti mengurangi radang tenggorokan, pada akhirnya juga akan membantu meredakan gejala batuk. Bekerja meredakan iritasi pada saluran pernapasan yang membantu proses penyembuhannya. Tak heran, jika daun legundi sering sebagai minuman atau obat herbal untuk mengatasi gangguan batuk.
Meredakan Sesak Napas
Manfaat ini berasal dari kandungan senyawa aktif yang terdapat pada daun legundi. Ketika seseorang mengalami sesak napas akibat peradangan di saluran pernapasan atau kondisi seperti asma, daun legundi dapat membantu melebarkan saluran udara, memfasilitasi aliran udara yang lebih baik, dan mengurangi gejala sesak napas.
Mengobati TBC
TBC adalah salah satu penyakit yang rentan terjadi pada anak-anak. Dalam hal ini, daun legundi sebagai suplemen yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu, juga membantu melawan infeksi TBC, mengurangi gejala seperti batuk, demam, dan kelemahan, serta mendukung proses penyembuhan.
Mengatasi Cacingan
Mengatasi cacingan juga termasuk salah satu manfaat daun legundi bagi kesehatan yang tak kalah menarik. Tanaman ini mengandung senyawa aktif dengan sifat anthelmintik yang dapat membantu mengatasi infeksi cacing usus yang umum terjadi pada anak-anak. Daun legundi dapat membantu mengurangi cacing-cacing usus, memulihkan kesehatan usus, dan mengurangi gejala seperti perut kembung, diare, atau gangguan pencernaan lainnya.
Mengobati Penyakit Limpa
Manfaat daun legundi bagi kesehatan selanjutnya dapat mengobati penyakit limpa. Kandungan senyawa aktif dalam daun legundi, seperti flavonoid dan tanin, diyakini memiliki sifat antiinflamasi dan antivirus yang dapat membantu meredakan peradangan pada limpa dan mengatasi infeksi. Selain itu, daun legundi juga diketahui memiliki sifat tonik yang dapat membantu menguatkan dan merangsang fungsi limpa dalam menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh.
Menjaga Kesehatan Rahim
Manfaat daun legundi bagi kesehatan yang terakhir dapat menjaga kesehatan rahim. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa daun legundi mengandung senyawa-senyawa seperti fitoestrogen yang dapat memberikan dampak positif pada kesehatan rahim dan sistem reproduksi wanita. Fitoestrogen ini dianggap dapat membantu mengatur hormon wanita dan meredakan gejala PMS (Sindrom Menstruasi Premenstrual), serta memberikan dukungan terhadap kesehatan rahim secara keseluruhan.
Cara Mengolah Daun Legundi

Dulu, daun legundi biasanya diolah dengan cara merebus 5 gr daun legundi bersama 6 gr kecur dan 5 gr kunyit, dalam 115 ml air selama sekitar 15 menit. Setelah mendidih, saring ramuan dan diminum sekali sehari selama 14 hari.
Selain tersebut, terdapat beberapa metode lain memanfaatkan daun legundi sebagai obat batuk / pelega tenggorokan. Dr. Paulus W. Halim, Med. Chir., yang juga praktisi herbal mengatakan, secara tradisional herbal tidak digunakan dalam bentuk tunggal, digunakan bersamaan herbal lain.“Ini untuk menawarkan sifat racun dalam salah satu herbal dengan herbal lainnya. Jika herbal dalam bentuk tunggal sifatnya akan seperti obat kimia yang memiliki efek samping,” paparnya.
Sumber :
